Senin, 06 Agustus 2012
KAS KOPI GAYO
Tentang Kopi khas KOPI GAYO
SUmber daya alam aceh merupakan lahan pertanian KOPI menjadi salah satu pertanian yang sangat luas penanaman kopi gayo aceh adalah di datarran ting aceh tenggah dan balangkejeren gayo lues, kopi adalah minum sehari-hari menjadikan trasi orang gayo aceh kalw kita datang ke tetangga mesti memberikan air minum secangkir kopi terkenal di Aceh. Kopi Aceh yang yang di tanam di pengungan dan di halam rumah-ramh ini Memiliki citarasa yang khas kopi nikmatnya luar bisa karena masih banyak alam yang belum tercemar di daerah aceh. aromanya kopi adalah salah satu dariternekmat di dari tanaman tradisional. kopi ada segalanya sangat banyak yang kita dapat di sekitar lerengan gunung.
Senin, 09 Juli 2012
kopi dataran tinggi
minum kopi gayo aceh gayo asaah salah satu minumkan yang berasal kopi dari daratan tinggi perovinsi nanggrroe aceh darauslam , kopi aceh yang sang berbeda seakli rasanya dengan kopi lainynya
Sabtu, 10 Maret 2012
aroma kopi gayo
Aroma kopi Gayo Aceh sudah sejak lama terkenal ?
Seorang berkebangsaan Belanda membawa kopi arabika ke Batavia, kini Jakarta. Lambat laun, ketika Belanda menguasai Aceh, kopi itu sampai juga ke ujung utara Pulau Sumatra/dengan jenis yang makin beragam. Tumbuh dari tanah Nanggroe yang subur, dipadu cuaca yang mendukung, menjadikan tanaman Kopi Gayo Aceh berkembang menjadi komoditas yang bermutu dan tentu menguntungkan. Apalagi kemudian, prosesnya sejak penggilingan hingga disaring menjadi secangkir minuman dengan cara yang khas, Kopi Gayo Aceh menjelma sebagai ikon.
Aroma kopi Gayo Aceh sudah sejak lama terkenal di Indonesia, mungkin pula di dunia. Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di negeri kepulauan ini. Tanah Aceh menghasilkan sekitar 40 % biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Dan Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia. Memang kedahsyatan Kopi Gayo Aceh ini sudah melegenda bahkan pasca tsunami, Kopi Gayo Aceh semakin mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari para pekerja internasional yang datang untuk merekonstruksi Aceh.
Biji kopi terbaik di Aceh umumnya berasal dari Lamno. Biji Kopi Gayo Aceh biasanya di-oven selama 4 jam untuk menghasilkan mutu terbaik. Setelah mencapai kematangan 80% barulah dimasukkan gula dan mentega. Kemudian biji kopi yang telah masak digiling sampai halus. Yang khas dari Kopi Gayo Aceh adalah aromanya yang kuat, cita rasanya yang bersih dan tidak asam, serta efeknya yang mantap.
Yang membuat Kopi Gayo Aceh lebih menarik adalah cara penyajiannya yang khas, dan sedikit berbeda dengan cara penyajian di warung-warung kopi di wilayah lain di Indonesia. Kopi diseduh, dan seduhan kopi disaring berulang kali dengan saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum, tetapi tidak mengandung bubuk kopi karena sudah tersaring di dalam “kaus kaki” tadi. Berbeda dengan kopi hitam di banyak daerah lain yang masih menyisakan ampasnya.
Menikmati Kopi Gayo Aceh bukan hanya menikmati rasanya, tetapi juga tradisi budaya. Di Aceh, kedai kopi merupakan tempat berkumpul, bertemu dan membicarakan segala topik. Bagi orang Aceh mengunjungi kedai kopi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Sambil menikmati kopi, mereka bersosialisasi dan menjalin silaturahmi. ” Semua masalah pasti bisa selesai di warung kopi”, begitu kata orang aceh. Berdasarkan jenisnya, kopi bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis, kopi Arabica dan Robusta. Berikut perbedaan kopi Arabica dan Robusta:
Rabu, 15 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)